Home / Semua Berita / Daerah / Dua Tahun Rp 762 Juta TJSL Kebun Sosa PTPN IV Mengalir ke Warga Padang Lawas

Dua Tahun Rp 762 Juta TJSL Kebun Sosa PTPN IV Mengalir ke Warga Padang Lawas

Palas,sinarpagiindonesia.com – Selama dua tahun, Kebun Sosa PTPN IV Regional 2 mengalokasikan Rp762 juta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.

Dari jumlah tersebut, Rp698 juta telah direalisasikan. Sementara Rp64 juta lainnya masih dalam proses pelaksanaan.

Dana itu tidak hanya diarahkan untuk satu sektor. Program TJSL Kebun Sosa mencakup sejumlah kebutuhan masyarakat, mulai dari fasilitas ibadah, pendidikan, penghijauan, ketahanan pangan hingga sarana pendukung pelayanan publik.

Besaran dana tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi sosial perusahaan di tengah aktivitas perkebunan yang bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat sekitar.

Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 2, Muhammad Ridho Nasution, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan dengan melihat kebutuhan masyarakat di sekitar Kebun Sosa.

“Setiap wilayah memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami berusaha melihat apa yang memang diperlukan masyarakat dan kemudian menyesuaikannya dengan kemampuan serta program yang dimiliki perusahaan. Harapannya, bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat,” ujar Ridho.

Bukan Sekadar Menyalurkan Dana

Ridho menegaskan, ukuran keberhasilan TJSL tidak hanya dilihat dari besarnya anggaran yang dikeluarkan perusahaan.

Menurut dia, manfaat dan penggunaan bantuan oleh masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.

“Yang kami jaga adalah agar kontribusi perusahaan tetap memiliki manfaat yang nyata. Bukan semata soal berapa nilai bantuannya, tetapi bagaimana bantuan itu bisa digunakan dan dirasakan masyarakat,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyaluran TJSL tidak semata ditempatkan sebagai kewajiban perusahaan, tetapi juga diarahkan agar memiliki dampak yang dapat dirasakan langsung oleh penerima manfaat.

Corporate Communication PTPN IV Regional 2, Maktal Kunto Aji, mengatakan bentuk bantuan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

“TJSL adalah bagian dari cara perusahaan hadir di tengah masyarakat. Bentuknya memang bisa berbeda-beda, tergantung kebutuhan. Ada yang berkaitan dengan pendidikan, lingkungan, ketahanan pangan, fasilitas ibadah maupun pelayanan publik,” ujar Aji.

Ia menjelaskan, angka Rp762 juta merupakan akumulasi berbagai kegiatan TJSL Kebun Sosa selama periode 2024-2026.

Warga Minta Tidak Berhenti

Bagi masyarakat, keberadaan program TJSL dinilai memberikan manfaat apabila bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Perwakilan warga setempat, Andi, mengatakan dukungan Kebun Sosa selama ini membantu masyarakat, khususnya untuk kebutuhan yang sulit dipenuhi secara mandiri.

“Bagi masyarakat, bantuan yang diberikan tentu sangat berarti, apalagi memang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kami berharap hubungan baik antara masyarakat dengan Kebun Sosa terus berjalan dan kontribusinya semakin banyak dirasakan warga,” ujar Andi.

Menurut Andi, hubungan perusahaan dan masyarakat seharusnya tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat. Keberadaan perusahaan perkebunan di suatu daerah, kata dia, idealnya dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.

Karena itu, keberlanjutan program menjadi salah satu harapan warga.

“Semoga Kebun Sosa terus berkembang dan semakin banyak manfaat yang bisa diberikan,” ujarnya.

Menjaga Hubungan dengan Masyarakat

PTPN IV Regional 2 menyatakan akan mempertahankan program yang dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus sejalan dengan pengelolaan Kebun Sosa.

Corporate Communication PTPN IV Regional 2 Maktal Kunto Aji mengatakan hubungan sosial dengan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberadaan perusahaan di tengah lingkungan sekitar.

“PTPN IV Regional 2 melalui Kebun Sosa ingin membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Kami berharap manfaat keberadaan Kebun Sosa semakin luas dirasakan masyarakat,” katanya.

Dengan Rp698 juta yang telah direalisasikan dan Rp64 juta yang masih dalam proses, program TJSL Kebun Sosa masih akan berjalan. Tantangannya bukan hanya memastikan anggaran tersalurkan, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat dan menjawab kebutuhan yang ada.

Bagi warga, keberadaan perusahaan perkebunan akan semakin berarti ketika aktivitas ekonomi yang dijalankan turut diikuti manfaat sosial yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.(spi/ydi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *