Penggunaan Dana Desa Diminta Agar Segera di Audit Oleh Aparat Penegak Hukum

Dairi,sinarpagiindonesia.com –Sejumlah masyarakat pemerhati pembangunan Desa Kabupaten Dairi meminta kepada Inspektorat Dairi dan Aparat Penegak Hukum Melakukan audit proyek fisik Dana Desa Matanari Kecamatan Tigalingga tahun anggaran 2023.

Menurut informasi dari beberapa masyarakat sekitar yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, anggaran fisik pembangunan kamar mandi umum di desa Ujung Teran diduga kemahalan ( mark up ) tidak sesuai besaran anggaran dipergunakan.

Kamar mandi ukuran 6.5X 5.5 Meter angggarannya dibuat lebih kurang Rp.81.000.000 ini diluar logika padahal tak ada istimewanya lantai aja terbuat dari semen biasa

Jika anggaran sebegitu besar dibuatkan rumah hunian dengan ukuran yg sama sudah lumayan dan lantai sudah dikeramik bahkan sudah memakai asbes.

“ lihatlah sendiri, kamar mandi umum memang dibangun permanen terlihat seadanya tanpa ada sebijipun kosen berikut daun pintu, dan bak air juga dibuat seadanya, sudah pantas dikoreksi oleh aparat penegak hukum.

Sebagai informasi beberapa waktu lalu, media sempat menanyakan kepada oknum kepala desa Matanari, PM melalui nomor saluran WA miliknya.

Sang oknum kepala desa PM bagai cacing kepanasan dan sedikit arogan menjawab “ Hallo ada apa, Bos? Kenapa kalian bilang jika anggaran kamar mandi itu kemahalan semua sudah diperiksa oleh Inspektorat Kabupaten Dairi” katanya membela diri untuk menutupi apa yg sebenarnya telah terjadi.

Beberapa media mendengar percakapan saat itu merasa jika sang oknum Kepala Desa Matanari sepertinya bagai anggar jago untuk mengintervensi media sehingga berbicata kurang beretika dalam menjawab pertanyaan dan berusaha untuk menutupi kecurigaan adanya dugaan permainan dana desa untuk memperkaya pribadi oknum tertentu.

Selain anggaran kamar mandi dianggap kurang logika, pembangunan perkerasan jalan panjang lebih kurang 365 M dengan lebar 3 M Rp.167.000.000,- di dusun Perpulungen desa Matanari juga perlu pertimbangan untuk diaudit dimana pekerjaan penempatan batu pecah diletakkan seadanya dan sirtu banyak tidak menutupi celah batu belum terlihat di wallas agar rata (spi/ginting)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *