Gunung Meriah,sinarpagiindonesia.com –Aroma kejanggalan mulai menyeruak dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat terkait pelaksanaan proyek pembangunan sarana dan prasarana (Sapras) Jalan Usaha Tani (JUT) di kawasan Koperasi Sejahtera, Blok 30, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.
Proyek strategis yang menyerap anggaran sangat besar, mencapai angka Rp4,7 Miliar, ini kini menjadi sorotan tajam lantaran kualitas hasil pengerjaannya diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya menjadi standar acuan.
Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan pada Sabtu (25/4), terlihat jelas indikasi pengerjaan yang dinilai belum maksimal atau cenderung dikerjakan secara asal jadi. Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa realisasi fisik di lokasi tidak sinkron atau jauh dari kesesuaian dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan sebelumnya.
Padahal, dengan nilai anggaran yang fantastis tersebut, masyarakat tentu berharap hadirnya infrastruktur yang berkualitas, kokoh, dan awet. Namun harapan itu kini pupus, lantaran kondisi jalan yang ada justru terlihat rapuh dan jauh dari ekspektasi yang diharapkan.
Alih-alih berfungsi optimal sebagai urat nadi transportasi yang memadai guna menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas para petani setempat, pembangunan yang menghabiskan dana miliaran rupiah ini justru memicu kekecewaan mendalam.
Kondisi ini pun memunculkan berbagai pertanyaan besar dari publik mengenai transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan yang dilakukan selama proses pembangunan berlangsung. Masyarakat berharap pihak berwenang dapat menindaklanjuti hal ini agar kualitas pembangunan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh warga Aceh Singkil.(api/tim)








