Home / Semua Berita / Daerah / GPPM Geruduk Kantor Bupati Tuntut PT. Nafasindo dan Ancam Hentikan Oprasional

GPPM Geruduk Kantor Bupati Tuntut PT. Nafasindo dan Ancam Hentikan Oprasional

Aceh Singkil,sinarpagiindonesia.com – Suasana memanas dan penuh emosi menyelimuti Kantor Bupati Aceh Singkil. Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) meledakkan amarahnya dengan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran, Senin (27/4/2026).

Mereka datang bukan sekadar bersilat lidah, melainkan membawa bukti nyata kerusakan akibat ulah perusahaan dan menuntut tanggung jawab sosial yang selama ini ditunggak-tunggak.

“INI BUKAN MAIN-MAIN! Kedatangan kami selain menuntut realisasi tanggung jawab sosial atau CSR PT Nafasindo, kami juga datang untuk membongkar kebusukan aktivitas mereka yang sudah merusak lingkungan hidup!” teriak Masdi Munte, Koordinator Aksi, dengan nada tinggi di hadapan massa.

Lokasi operasional perusahaan di sekitar Desa Sebatang dan Pertampakan, Kecamatan Gunung Meriah, dinilai telah menjadi sumber malapetaka. Masdi menegaskan, perusahaan ini sama sekali tidak memiliki rasa peduli terhadap alam dan nasib warga sekitar.

“Lihatlah realitanya! Hutan rusak, lingkungan hancur, dan yang paling menyakitkan, jalan-jalan umum porak-poranda digilas truk pengangkut sawit tanpa ada perbaikan sama sekali! Kehadiran mereka tidak membawa manfaat, hanya membawa bencana!” seru Masdi dengan penuh penekanan.

Massa yang semakin bersemangat menuntut Bupati Aceh Singkil untuk segera bertindak tegas. Mereka tidak mau lagi mendengar janji manis, mereka ingin tindakan nyata.

“Kami DESAK Bupati segera panggil dan periksa pimpinan PT Nafasindo! Minta pertanggungjawaban mereka! Jangan biarkan perusahaan ini seenaknya mengeruk keuntungan tapi membiarkan rakyat menderita!” tuntutnya lantang.

Aksi ini semakin menyala lantaran ketidakhadiran Bupati untuk menerima aspirasi mereka. Hal itu dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian dan penghinaan terhadap suara rakyat.

Melihat respon pemerintah yang dinilai lambat dan dingin, Masdi Munte memberikan PERINGATAN TERAKHIR yang sangat keras.

“Jangan coba-coba remehkan kami! Jika sampai tanggal yang kami tentukan tidak ada tindakan nyata, kami tidak akan datang lagi ke sini hanya untuk berorasi! KAMI AKAN DATANG LANGSUNG KE LOKASI UNTUK MENGHENTIKAN SELURUH AKTIVITAS MEREKA!” ancamnya.

“Aksi berikutnya bukan di Kantor Bupati atau Polres, tapi kami akan gelar langsung di atas jalan yang rusak itu dan di depan gerbang perusahaan! Biar dunia tahu bagaimana kejahatan lingkungan ini terjadi!” tambahnya tegas.

Sebelumnya, massa juga telah berorasi di depan Mapolres Aceh Singkil untuk meminta perlindungan hukum. Aksi berlangsung kondusif namun menyisakan tekanan yang sangat besar bagi pihak berwenang.

Hingga saat ini, masih menjadi tanda tanya besar, bagaimana respon Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dan pihak PT Nafasindo menghadapi gelombang kemarahan pemuda ini.(spi/muji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *