Aceh Singkil,sinarpagiindonesia.com –Respon cepat dan kepedulian yang nyata kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Menjawab berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat mengenai kondisi jembatan yang rusak parah dan selalu tergenang air, Bupati Aceh Singkil, Bapak H. Safredi Oyon, S.H., turun langsung meninjau lokasi. Beliau didampingi oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), guna memastikan solusi terbaik segera dilaksanakan demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintahan ini benar-benar hadir, mendengar, dan bertindak cepat untuk kepentingan rakyat pada Senin (18/5/26)
Lokasi yang menjadi perhatian utama berada di wilayah Desa Teluk Rumbia. Jembatan ini merupakan satu-satunya akses penghubung yang sangat vital bagi seluruh warga di wilayah tersebut dan sekitarnya. Namun sayangnya, kondisinya kini sangat memprihatinkan. Bangunan jembatan sudah rusak cukup parah, dan yang paling menyulitkan adalah permukaannya selalu tergenang air, bahkan saat musim kemarau panjang pun air tersebut tidak pernah surut atau kering sama sekali. Kondisi ini tentu membuat perjalanan warga menjadi sangat terhambat, penuh risiko, dan menimbulkan kekhawatiran setiap kali melintas. Hal ini pun menjadi alasan kuat mengapa masyarakat sangat berharap ada perhatian serius dan penanganan segera dari pihak pemerintah.
Di tengah kehadiran para pejabat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga yang antusias menyambut kedatangannya, Bupati H. Safredi Oyon menyampaikan arahan dengan nada bicara yang tegas, lugas, namun tetap penuh kebijaksanaan dan rasa hormat. Beliau memberikan perintah yang jelas dan pasti kepada seluruh jajarannya yang bertugas, khususnya kepada pihak Dinas PUPR:
“Ini adalah perintah saya yang harus didengar dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Segera lakukan penanganan dan perbaikan secara darurat pada jembatan ini mulai hari ini juga! Ingatlah selalu, apabila pekerjaan dan fasilitas ini sudah menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak dan kenyamanan masyarakat luas, maka kata ‘menunda’ sama sekali tidak ada dalam kamus kerja saya dan pemerintahan ini. Jangan beri saya alasan apa pun, kerjakanlah dengan penuh tanggung jawab, ketelitian, dan dedikasi yang tinggi demi keselamatan kita semua.”
Pernyataan tegas namun santun tersebut membuat suasana di lokasi menjadi penuh harapan dan semangat. Lebih dalam lagi, Bupati mengungkapkan ketulusan hatinya yang menyentuh sanubari setiap orang yang mendengarnya:
“Saya hadir ke sini, turun langsung ke tengah-tengah masyarakat, bukan untuk tujuan lain selain menunaikan amanah besar yang kalian berikan kepada saya. Saya dipilih dan dipercaya menjadi Bupati Aceh Singkil ini semata-mata untuk membawa perubahan yang nyata, membangun daerah ini menjadi lebih maju, lebih tertata, dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera serta bahagia. Apa yang menjadi kesulitan dan keluhan warga, itulah yang menjadi perhatian utama dan prioritas terbesar bagi saya. Saya tidak akan pernah membiarkan rakyat saya menanggung kesusahan sendirian.”
Langkah yang diambil Bupati ini merupakan bukti nyata kepedulian mendalam dari Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terhadap kelancaran dan keamanan fasilitas umum yang ada. Jembatan yang rusak dan tergenang air ini tidak akan dibiarkan menjadi beban bagi masyarakat terus-menerus. Kehadiran pemimpin yang mau turun ke lapangan, mendengar langsung, dan bertindak tegas menjadi jawaban atas segala harapan yang selama ini didambakan warga.
Kedatangan rombongan Bupati disambut dengan rasa gembira dan hangat oleh Kepala Desa Teluk Rumbia, Bapak Imam, para tokoh, hingga seluruh warga yang hadir. Rasa lega dan rasa syukur terpancar jelas dari wajah mereka, karena permasalahan yang dirasakan selama ini akhirnya mendapatkan perhatian penuh dan solusi yang pasti.(spi/muji)








