Home / Semua Berita / Medan Terkini / Nyawa Calon Prajurir Bukan Harga Yang Harus Dibayar Untuk Mengabdi

Nyawa Calon Prajurir Bukan Harga Yang Harus Dibayar Untuk Mengabdi

Wakil Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara Desak Rindam I/Bukit Barisan dan Kodam I/Bukit Barisan Bertanggung Jawab Secara Moral dan Transparan

Medan,sinarpagiindonesia.com – Wakil Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara, Nico Septian Butar Butar, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Genial Gavensi Gulo, pemuda asal Kabupaten Nias Barat yang meninggal dunia saat baru beberapa hari mengikuti pendidikan calon prajurit di Rindam I/Bukit Barisan.

Menurut Nico, kematian seorang calon prajurit bukanlah peristiwa yang dapat dianggap sebagai bagian dari risiko biasa. Setiap pemuda yang datang untuk mengabdikan diri kepada negara berhak memperoleh perlindungan atas keselamatan, kesehatan, dan martabatnya selama berada dalam pendidikan militer.

> “Seorang anak bangsa berangkat membawa cita-cita mengenakan seragam TNI, tetapi justru kembali dalam keadaan tidak bernyawa. Peristiwa ini tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang biasa. Nyawa calon prajurit bukan harga yang harus dibayar untuk mengabdi kepada negara,” tegas Nico.

DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara mendesak Rindam I/Bukit Barisan dan Kodam I/Bukit Barisan untuk memberikan penjelasan resmi kepada keluarga dan masyarakat mengenai kronologi kejadian secara terbuka, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, apabila dari hasil penyelidikan ditemukan adanya kelalaian, pelanggaran prosedur, atau tindakan yang bertentangan dengan hukum maupun standar pembinaan, maka pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku tanpa pengecualian.

“Kehormatan institusi TNI tidak akan berkurang karena mengungkap kebenaran. Sebaliknya, kepercayaan publik justru akan semakin kuat apabila institusi menunjukkan keberanian untuk bersikap transparan, melakukan evaluasi, dan menindak setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab,” ujar Nico.

Ia juga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan, pembinaan, pengawasan, serta perlindungan kesehatan dan keselamatan peserta didik di seluruh lingkungan pendidikan militer agar kejadian serupa tidak terulang.

Bagi DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara, kasus meninggalnya Genial Gavensi Gulo harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan bagi setiap calon prajurit. Negara memiliki kewajiban memastikan bahwa setiap warga negara yang mendaftarkan diri untuk mengabdi memperoleh jaminan perlindungan hak hidup, keamanan, dan perlakuan yang manusiawi selama menjalani pendidikan.

DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara menyatakan akan terus mengawal perkembangan penanganan kasus ini dan berharap proses penyelidikan dilakukan secara profesional, independen, transparan, serta memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi keluarga almarhum Genial Gavensi Gulo.

“Keadilan bagi Genial Gavensi Gulo bukan hanya untuk satu keluarga, tetapi juga untuk menjaga kehormatan institusi dan memastikan tidak ada lagi calon prajurit yang kehilangan nyawa tanpa kejelasan. Negara harus hadir, mengungkap fakta, dan memberikan keadilan.”(spi/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *