Meulaboh,sinarpagiindonesia.com – 19 September 2026 — Hari wisuda menjadi momen penuh syukur dan kebahagiaan bagi keluarga Saur Jati Padang dan Janilla Tumangger. Putri mereka, Affida Yukh Padang, resmi diwisuda di Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Sabtu (19/9/2026), setelah menyelesaikan pendidikan pada bidang Perikanan dan Kelautan.
Affida berhasil meraih predikat pujian dalam perjalanan akademiknya. Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, mengingat perjalanan pendidikan yang ditempuh selama kurang lebih empat tahun tidak terlepas dari berbagai tantangan dan perjuangan.
Namun, kebahagiaan keluarga ini bukan hanya karena keberhasilan Affida. Dua tahun sebelumnya, keluarga yang sama juga telah merasakan kebahagiaan serupa ketika putri mereka, Ungsi Maranatha Padang, diwisuda dari jurusan SKM dan meraih predikat tertinggi.
Dua momentum tersebut kemudian menjadi catatan penting dalam perjalanan keluarga Saur Jati Padang dan Janilla Tumangger. Dua putri berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dan meraih prestasi akademik, meskipun berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang sederhana.
Dari Keluarga Sederhana, Mengukir Sejarah Pendidikan
Perjalanan tersebut menjadi sangat berarti bagi keluarga. Dengan latar belakang kehidupan yang sederhana dan orang tua yang berprofesi sebagai wartawan, pendidikan anak-anak menjadi salah satu perjuangan yang terus diupayakan.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Saur Jati Padang dan Janilla Tumangger tetap berusaha memberikan kesempatan kepada putri-putrinya untuk menempuh pendidikan tinggi. Bagi keluarga, keberhasilan dua putri tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi penghalang untuk mengejar pendidikan dan cita-cita.
Wisuda Affida pada 2026 sekaligus melanjutkan cerita keberhasilan yang sebelumnya ditorehkan Ungsi Maranatha Padang. Keduanya menjadi bagian dari perjalanan keluarga yang penuh dengan doa, kerja keras, pengorbanan, serta harapan orang tua.
Bagi Saur Jati Padang dan Janilla Tumangger, keberhasilan anak bukan hanya tentang gelar yang diperoleh, tetapi juga tentang perjalanan panjang yang harus dilalui untuk mencapai titik tersebut.
Empat tahun perjalanan pendidikan Affida akhirnya sampai pada hari yang membahagiakan. Toga yang dikenakan dan ijazah yang diterima menjadi simbol berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus awal untuk memasuki kehidupan dan pengabdian yang lebih luas.
Rasa syukur pun menjadi bagian utama dalam momentum tersebut. Keluarga berharap ilmu yang telah diperoleh Affida dan kakaknya dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan, membanggakan keluarga, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari keluarga sederhana dengan orang tua berprofesi sebagai wartawan, dua putri berhasil menorehkan prestasi akademik. Bagi keluarga Saur Jati Padang dan Janilla Tumangger, kisah tersebut bukan sekadar keberhasilan pendidikan, tetapi menjadi sejarah perjuangan keluarga yang akan selalu dikenang.penulis (spi/saur jati padang)







