Home / Semua Berita / Daerah / Menolak Uang Rp 2,5 Juta Diduga “Tutup Mulut” Kades Dusun Raja : Saya Takut Dikira Terima Suap

Menolak Uang Rp 2,5 Juta Diduga “Tutup Mulut” Kades Dusun Raja : Saya Takut Dikira Terima Suap

Subulussalam,sinarpagiindonesia.com – Sikap tegas dan jujur Kepala Desa Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Muhammad Ali Sabana atau yang akrab disapa Pindong, patut diacungi jempol dan dijadikan teladan bagi semua pemangku jabatan. Ia secara terbuka menolak pemberian uang sebesar Rp2,5 juta yang diduga diserahkan oleh pihak manajemen pabrik kelapa sawit PT Global Sawit Semesta (GSS) yang beroperasi di wilayahnya.

Menurut keterangan Pindong kepada awak media, pihak perusahaan menyerahkan uang tersebut dengan alasan disebut sebagai “uang taktis”, seolah-olah merupakan bantuan rutin atau pemberian rahasia dari perusahaan. Namun, ia menegaskan menolak berkali-kali karena menyadari risiko besar yang tersembunyi di balik pemberian itu.

“Saya menolak uang itu karena saya takut nanti dianggap sebagai uang tutup mulut. Sebelum masalah terjadi, alangkah baiknya saya sampaikan sekarang secara terbuka,” ujar Pindong dengan lugas dan tegas, Selasa (22/9/2026).

Pindong menegaskan, keberadaan PT Global Sawit Semesta yang beroperasi di kawasan Lae Kombih, Desa Dasan Raja, setiap hari berproduksi dan berdampak langsung pada lingkungan warga. Oleh karena itu, ia menuntut perusahaan tidak hanya memberikan uang saku diam-diam, melainkan bertanggung jawab sungguh-sungguh atas dampak yang ditimbulkan.

Bersama itu, Pindong menyampaikan tuntutan warga kepada pihak perusahaan:

✅ Pekerja harian wajib diprioritaskan dari masyarakat Desa Dasan Raja, bukan mendatangkan tenaga kerja dari luar. “Kalau tetap mendatangkan dari luar, sebaiknya perusahaan menjauh dari Desa Dasan Raja,” tegasnya.

✅ Masalah limbah, asap menyengat, dan polusi wajib segera diatasi dengan sungguh-sungguh, agar warga tidak terus terganggu dan hidup dalam kecemasan setiap hari.

✅ Setiap permohonan bantuan dari pemuda maupun warga hendaknya ditanggapi secara terbuka dan transparan, bukan disembunyikan dalam pemberian yang mencurigakan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media terkait pemberian uang tersebut, pihak PT Global Sawit Semesta memberikan penjelasan berbeda. Menurut perwakilan perusahaan, yang disebut “uang taktis” itu diberikan bukan dengan maksud lain, melainkan sekadar membantu kebutuhan urusan kantor desa saja.

Tindakan Pindong ini dinilai sangat langka dan terpuji di tengah praktik yang kerap terjadi, di mana oknum-oknum justru menerima pemberian dari perusahaan demi kepentingan pribadi. Sikap ini membuktikan ia memegang teguh amanah rakyat dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas keuntungan sesaat.

Warga Desa Dasan Raja berharap ketegasan kepala desa ini menjadi peringatan nyata bagi PT Global Sawit Semesta agar menjalankan usaha dengan taat aturan, peduli lingkungan, dan menghormati hak-hak warga sekitar — bukan mencoba membungkam suara dengan sejumlah uang.(spi/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *