Home / Semua Berita / Daerah / ATLET PATUNGAN,KONI DIMANA ? Budi Harjo : Atlet Berjuang, Orang Tua Urunan Lalu Dukungan KONI Dimana?

ATLET PATUNGAN,KONI DIMANA ? Budi Harjo : Atlet Berjuang, Orang Tua Urunan Lalu Dukungan KONI Dimana?

Aceh Singkil,sinarpagiindonesia.com –Enam atlet Moccak Pakpak asal Aceh Singkil akan membawa nama daerah ke ajang kejuaraan internasional di Malaysia. Namun di balik kebanggaan tersebut, muncul ironi yang menjadi sorotan publik: keberangkatan atlet disebut harus ditopang melalui patungan orang tua dan dukungan masyarakat.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Budi Harjo, Pemerhati Daerah.

Menurut Budi, keberangkatan atlet Aceh Singkil ke tingkat internasional seharusnya tidak hanya dilihat sebagai agenda pertandingan, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan olahraga daerah.

“Ini bukan semata-mata soal berapa rupiah biaya keberangkatannya. Ini soal bagaimana perhatian kita terhadap anak-anak muda yang membawa nama Aceh Singkil ke tingkat internasional,” ujar Budi.

Ia mempertanyakan bagaimana mekanisme dukungan KONI Aceh Singkil terhadap atlet dan cabang olahraga yang akan bertanding di luar daerah maupun luar negeri.

“Kalau orang tua harus patungan agar anak-anak kita bisa membawa nama Aceh Singkil ke Malaysia, tentu publik pantas bertanya: dukungan KONI sebenarnya di mana?” tegasnya.

JANGAN CUMA HADIR SAAT ATLET JUARA

Budi menilai perhatian terhadap atlet tidak semestinya baru terlihat ketika mereka telah mengukir prestasi.

“Jangan sampai ketika atlet menang dan membawa pulang medali, semua ikut bangga. Tetapi ketika mereka hendak berangkat bertanding, orang tua justru harus mencari dana sendiri,” katanya.

Menurutnya, apresiasi terhadap atlet harus dimulai sejak proses pembinaan, latihan, seleksi hingga keberangkatan menuju kompetisi.

Ia juga mengapresiasi para orang tua, pelatih dan masyarakat yang bergotong royong membantu para atlet.

“Orang tua sudah berkorban. Pelatih sudah membina. Masyarakat ikut membantu. Semangat seperti ini luar biasa. Tetapi jangan sampai perjuangan masyarakat menjadi alasan pemerintah dan pihak terkait untuk tidak memperkuat sistem pembinaan atlet,” ujar Budi.

KONI DIMINTA TERBUKA

Budi meminta KONI Aceh Singkil memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan tersebut tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.

“Jangan biarkan publik hanya mendengar bahwa atlet berangkat dengan biaya patungan tanpa mengetahui duduk persoalannya. KONI harus menjelaskan secara terbuka,” kata Budi.

ATLET ADALAH ASET DAERAH

Budi menegaskan bahwa atlet yang membawa nama Aceh Singkil ke tingkat internasional merupakan bagian dari wajah daerah.

Karena itu, menurutnya, pembinaan atlet harus menjadi perhatian serius dan berkelanjutan.

“Prestasi tidak lahir dalam satu malam. Ada latihan, ada pengorbanan, ada orang tua yang mengeluarkan biaya, ada pelatih yang mendampingi. Kalau mereka sudah sampai ke panggung internasional, jangan sampai persoalan biaya justru menjadi beban keluarga,” ujarnya.

Budi berharap keberangkatan para atlet Moccak Pakpak ke Malaysia dapat menjadi momentum evaluasi terhadap pola pembinaan olahraga di Aceh Singkil.

“Kami tidak sedang mencari siapa yang salah. Kami hanya ingin bertanya: ketika atlet membawa nama Aceh Singkil ke Malaysia, siapa yang benar-benar hadir mendukung mereka?”(spi/muji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *