Home / Semua Berita / POLRI / Kesadaran Pengendara Melalui Komunikasi Humanis Dibangun Dirlantas Polda Sumbar

Kesadaran Pengendara Melalui Komunikasi Humanis Dibangun Dirlantas Polda Sumbar

Padang,sinarpagiindonesia.com –Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat terus memperkuat upaya membangun budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas melalui pendekatan yang humanis, komunikatif, serta dekat dengan masyarakat.

Salah satu implementasi pendekatan tersebut diwujudkan melalui program Polantas Karib, yang menjadi sarana bagi personel lalu lintas untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus menyampaikan edukasi mengenai keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Melalui program tersebut, kehadiran polisi lalu lintas tidak hanya identik dengan pengaturan arus kendaraan maupun penindakan terhadap pelanggaran. Personel juga hadir untuk memberikan pelayanan, membantu masyarakat, mendengarkan persoalan yang dihadapi pengguna jalan, serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan dalam setiap perjalanan.

Dirlantas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menekankan bahwa keselamatan berlalu lintas harus dibangun melalui kesadaran masyarakat.

Menurutnya, upaya menciptakan keamanan dan keselamatan di jalan tidak cukup hanya mengandalkan penindakan setelah pelanggaran terjadi. Edukasi dan pencegahan juga menjadi bagian penting dalam membentuk perilaku masyarakat yang lebih disiplin.

“Keselamatan di jalan tidak akan terwujud tanpa adanya disiplin pribadi. Kami meminta seluruh masyarakat untuk selalu menggunakan helm SNI, sabuk pengaman, serta menghindari penggunaan ponsel saat berkendara demi menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, Jumat (18/9/2026).

Salah satu pesan yang terus ditekankan kepada masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor, adalah kewajiban menggunakan helm berstandar SNI. Penggunaan helm tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan ketika berada di hadapan petugas kepolisian.

Helm merupakan perlengkapan keselamatan yang berfungsi memberikan perlindungan kepada pengendara maupun penumpang sepeda motor. Karena itu, Ditlantas Polda Sumbar mengingatkan agar helm digunakan dengan benar dan setiap perjalanan menggunakan sepeda motor selalu diawali dengan memastikan perlengkapan keselamatan telah terpenuhi.

Selain penggunaan helm SNI, masyarakat juga diingatkan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak menggunakan telepon genggam ketika berkendara, tidak melampaui batas kecepatan, menjaga jarak aman, menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi maupun penumpang kendaraan roda empat, serta memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan.

Dirlantas Polda Sumbar juga mendorong agar kepatuhan berlalu lintas tidak semata-mata muncul karena adanya rasa takut terhadap sanksi. Kesadaran menjaga keselamatan harus tumbuh sebagai kebutuhan pribadi setiap pengguna jalan.

Dalam konteks tersebut, Polantas Karib menjadi salah satu pendekatan untuk menciptakan komunikasi yang lebih dekat antara polisi dengan masyarakat. Program tersebut menempatkan personel lalu lintas sebagai mitra masyarakat yang hadir untuk memberikan edukasi dan pelayanan secara persuasif.

“Pendekatan ‘Polantas Karib’ ini adalah bukti bahwa polisi hadir sebagai mitra yang peduli, bukan semata-mata melakukan penindakan hukum. Mari kita bersama-sama mewujudkan budaya tertib berlalu lintas agar jalanan di Sumatera Barat menjadi ruang yang aman dan nyaman untuk kita semua,” tegas Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq.

Semangat tersebut juga terlihat dari berbagai kegiatan jajaran Ditlantas Polda Sumbar yang berupaya menghadirkan pelayanan lalu lintas lebih dekat dengan masyarakat. Pendekatan komunikasi dan edukasi dilakukan agar pesan keselamatan dapat diterima dengan cara yang lebih mudah dipahami.

Program Polantas Karib sendiri membawa pesan tentang pentingnya kedekatan antara polisi dan masyarakat. Personel tetap menjalankan tugas secara profesional dan tegas dalam penerapan aturan, namun komunikasi dengan pengguna jalan dilakukan secara santun dan humanis.

Dengan pola pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya bertemu polisi ketika terjadi pelanggaran. Polisi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan informasi, pertolongan, pelayanan maupun edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas.

Kehadiran personel Sat PJR Sumbar di lapangan menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Selain melakukan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas, petugas turut memberikan imbauan keselamatan kepada para pengguna jalan.

Masyarakat juga diajak memahami bahwa jalan raya merupakan ruang bersama. Setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan menghormati pengguna jalan lainnya.

Karena itu, perilaku seperti mengemudi secara ugal-ugalan, menggunakan telepon seluler saat berkendara, melanggar rambu, melebihi batas kecepatan, maupun mengabaikan perlengkapan keselamatan dapat meningkatkan risiko bagi diri sendiri dan orang lain.

Ditlantas Polda Sumbar berharap pendekatan humanis yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memperkuat kesadaran masyarakat. Polisi dan masyarakat diharapkan dapat membangun komunikasi dua arah sehingga berbagai persoalan lalu lintas dapat diketahui dan ditangani secara lebih cepat.

Di sisi lain, personel lalu lintas juga dituntut untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, proporsional dan bertanggung jawab. Pendekatan humanis tidak berarti mengabaikan aturan, melainkan mengedepankan komunikasi dan edukasi sebagai bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian.

Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq juga mendorong jajaran Ditlantas Polda Sumbar untuk terus mempertahankan semangat pelayanan yang dekat dengan masyarakat. Dalam pemberitaan sebelumnya, ia mengapresiasi personel yang memberikan arahan secara santun, membantu warga yang mengalami kesulitan di jalan, memberikan edukasi keselamatan, serta tetap profesional dalam penegakan aturan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Ditlantas Polda Sumbar dalam mendukung terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Sumatera Barat.

Pada akhirnya, keselamatan lalu lintas membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Kepolisian memiliki peran dalam memberikan pelayanan, pengaturan, edukasi dan penegakan hukum, sedangkan masyarakat memiliki peran penting dengan mematuhi aturan serta menerapkan perilaku berkendara yang aman.

Melalui semangat Polantas Karib, Ditlantas Polda Sumbar terus mendorong terciptanya hubungan yang semakin dekat antara polisi dan masyarakat.

Pesan yang disampaikan pun sederhana namun sangat penting: gunakan helm SNI, patuhi aturan lalu lintas, jangan menggunakan telepon seluler saat berkendara, kendalikan kecepatan, dan selalu utamakan keselamatan.

Sebab, setiap perjalanan bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga memastikan bahwa setiap orang dapat sampai dengan selamat kepada keluarga dan orang-orang yang menunggunya di rumah.(SPI/Wisnu Pramashena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *