Jakarta,sinarpagiindonesia.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara menghadiri undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Jakarta Pusat baru-baru ini.
Kehadiran jajaran DPP TKN Kompas Nusantara dalam forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan aspirasi, pandangan, serta berbagai masukan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, kehidupan kebangsaan dan pembangunan nasional.
Ketua Umum (Ketum) DPP TKN Kompas Nusantara sekaligus Ketua Umum PAGAR UNRI Prabowo-Gibran untuk Republik Indonesia, Adi Warman Lubis, mengatakan bahwa kehadiran pihaknya dalam RDP merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan lembaga legislatif.
Menurut Adi Warman Lubis, penyampaian aspirasi masyarakat harus dilakukan melalui jalur yang tepat, dengan mengedepankan dialog, argumentasi dan kepentingan bangsa.
“Kami hadir memenuhi undangan RDP ini bukan sekadar menghadiri sebuah agenda, tetapi membawa aspirasi dan suara masyarakat yang perlu disampaikan secara konstruktif. Kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan lembaga negara agar berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat dibahas secara terbuka,” ujar Adi Warman Lubis di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Ia menegaskan, organisasi masyarakat memiliki peran penting dalam ikut mengawal berbagai persoalan publik. Namun, peran tersebut harus dijalankan dengan tetap menghormati mekanisme demokrasi, ketentuan hukum dan kewenangan masing-masing lembaga negara.
“Kami percaya bahwa demokrasi tidak hanya berbicara mengenai perbedaan pandangan, tetapi juga bagaimana semua pihak mampu duduk bersama, mendengarkan dan mencari jalan keluar atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.
Dalam RDP tersebut, jajaran DPP TKN Kompas Nusantara mengikuti rangkaian pembahasan dan dialog bersama pihak-pihak terkait. Forum itu sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan sejumlah masukan serta memperkuat komunikasi antara elemen masyarakat dan lembaga legislatif.
Adi Warman Lubis menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong komunikasi kebangsaan yang sehat, dengan menempatkan kepentingan masyarakat dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bagian penting dalam setiap langkah organisasi.
“Kami ingin TKN Kompas Nusantara menjadi bagian dari masyarakat yang aktif menyampaikan aspirasi, memberikan masukan dan ikut menjaga suasana kebangsaan yang kondusif. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi persatuan dan kepentingan bangsa harus tetap menjadi pijakan bersama,” katanya.
Ia juga berharap hasil dialog dalam RDP tidak berhenti pada forum pertemuan semata, melainkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak-pihak terkait dalam merumuskan kebijakan yang menyentuh kepentingan masyarakat.
“Kami berharap apa yang kami sampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana aspirasi masyarakat mendapatkan ruang untuk didengar dan dibahas secara serius,” ungkapnya.
Kehadiran DPP TKN Kompas Nusantara di Gedung DPR RI sekaligus menegaskan komitmen organisasi untuk terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, baik lembaga negara maupun elemen masyarakat lainnya.
Bagi TKN Kompas Nusantara, membangun Indonesia membutuhkan partisipasi berbagai elemen bangsa. Karena itu, komunikasi, dialog dan penyampaian aspirasi secara konstitusional dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kehidupan demokrasi.
Adi Warman Lubis menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjaga komitmen tersebut melalui berbagai kegiatan dan komunikasi kebangsaan.
“Kami akan terus mengawal aspirasi masyarakat dengan cara-cara yang baik, santun dan konstitusional. Semangat kami adalah membangun komunikasi, memperkuat persatuan dan memberikan kontribusi positif bagi Republik Indonesia,” pungkasnya.(spi/red)









