Home / Semua Berita / Daerah / Bos Buku dan Buku Bos: LANA Kantongi Dugaan Casbhack Penerbit dan Jejak Pertemuan Orang Dekat Bupati Aceh Barat

Bos Buku dan Buku Bos: LANA Kantongi Dugaan Casbhack Penerbit dan Jejak Pertemuan Orang Dekat Bupati Aceh Barat

Aceh Barat,sinarpagiindonesia.com –Pengadaan buku yang menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Aceh Barat mulai membuka cerita di balik meja. Lembaga Aspirasi Nasional Atjeh (LANA) mengaku telah mengantongi sejumlah informasi mengenai dugaan cashback dari penerbit, penerbit yang diduga terlibat, hingga pola pengondisian pengadaan buku di sejumlah sekolah.

Yang membuat persoalan ini semakin serius, LANA mengendus adanya dugaan keterlibatan orang dekat Bupati Aceh Barat dalam rangkaian pengadaan tersebut.

Ketua LANA, Teuku Laksamana, mengatakan pihaknya tidak sekadar menerima informasi mengenai siapa penerbit yang bermain. LANA juga mengaku telah mengetahui informasi mengenai besaran cashback yang diduga diberikan penerbit, serta sedang menelusuri alur pemberian keuntungan tersebut.

“Kami mengetahui informasi mengenai berapa cashback yang diberikan oleh penerbit dan penerbit mana saja yang terlibat. Kami juga sedang mendalami bagaimana pengondisiannya dilakukan dan di mana saja pertemuan-pertemuan terkait persoalan ini berlangsung,” kata Teuku Laksamana.

Menurutnya, informasi tersebut menjadi pintu masuk untuk membongkar dugaan permainan dalam pengadaan buku BOS.

LANA mempertanyakan alasan penerbit tertentu dapat muncul secara dominan dalam pengadaan buku di sekolah apabila proses tersebut benar-benar berlangsung secara bebas dan sesuai kebutuhan satuan pendidikan.

“Pertanyaan sederhananya, kalau sekolah memang bebas menentukan buku sesuai kebutuhan, mengapa ada penerbit tertentu yang begitu kuat masuk ke sekolah? Kemudian kalau memang ada cashback, siapa penerimanya dan untuk apa diberikan?” ujar Teuku Laksamana.

LANA menduga persoalan tersebut tidak berhenti pada pemilihan buku. Dugaan cashback menjadi salah satu aspek yang kini sedang ditelusuri.

Teuku Laksamana mengatakan pihaknya telah mengantongi informasi mengenai besaran cashback, pihak yang diduga menerima, mekanisme pemberian, serta kaitannya dengan proses pengadaan buku.

“Bagi kami, yang penting bukan hanya buku apa yang dibeli. Kami ingin melihat siapa yang menentukan, siapa yang mendapatkan keuntungan, berapa nilainya, dan bagaimana mekanismenya,” katanya.

Selain aliran keuntungan, LANA juga mendalami dugaan adanya pertemuan antara pihak-pihak tertentu dengan penerbit maupun pihak yang berkaitan dengan sekolah.

Menurut Teuku Laksamana, lokasi, waktu, serta pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut akan menjadi bagian dari informasi yang diverifikasi LANA.

“Jejak pertemuan ini penting. Karena dari sana kami ingin melihat apakah ada komunikasi atau kesepakatan tertentu sebelum sekolah melakukan pembeluan,” ujarnya.

Jika hasil verifikasi terhadap informasi dan dokumen yang dikumpulkan menunjukkan adanya dugaan pelanggaran hukum, LANA akan membawa persoalan tersebut ke aparat penegak hukum.

“Kami akan bawa persoalan ini ke ranah hukum. Saat ini kami sedang mempertimbangkan apakah laporan akan kami sampaikan kepada KPK atau Kejaksaan Agung,” tegas Teuku Laksamana.

LANA mengingatkan dana BOS pada dasarnya diperuntukkan bagi kebutuhan pendidikan. Karena itu, menurutnya, penggunaan dana tersebut harus bebas dari praktik yang berpotensi menguntungkan pihak tertentu secara tidak semestinya.

“Dana BOS adalah uang negara. Jangan sampai kebutuhan buku anak-anak justru menjadi ruang untuk mencari keuntungan melalui cashback atau pengondisian tertentu,” kata Teuku Laksamana.

Teuku Laksamana menegaskan LANA akan terus melakukan pendalaman sebelum menentukan langkah hukum.

“Kami sudah mencium aromanya bahkan sudah mengantongi beberapa bukti dalam Pembelian Buku BOS Sekolah di aceh barat, Kalau bukti sudah cukup, kami akan bawa ke ranah hukum,” pungkasnya.(spi/aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *