Medan,sinarpagiindonesia.com –Pimpinan Umum media online JATANRAS-News.com, Irena Sinaga, S.H., mengaku kecewa terhadap pelayanan dalam pembagian baju jersey yang berlangsung di Lapangan Benteng, Kota Medan, Sabtu (19/9/2026).
Kekecewaan tersebut muncul setelah Irena yang mengaku telah mendaftar secara resmi melalui sistem daring dan memenuhi persyaratan peserta, justru hanya mendapatkan lembaran nomor punggung dan nomor dada tanpa jersey hijau yang disebut sebagai bagian dari paket perlengkapan kegiatan.
Padahal, Irena telah mengikuti proses pendaftaran sesuai ketentuan dan harus mengantre lebih dari dua jam bersama peserta lainnya.
Saat tiba gilirannya, Irena mengaku melihat masih terdapat satu kantong plastik besar berisi jersey. Namun, ketika dirinya menanyakan mengenai ketersediaan baju tersebut, seorang personel TNI Angkatan Darat bernama Handoko disebut memberikan penjelasan bahwa jersey tersebut telah dititipkan untuk anggota lainnya.
“Saat saya mendekat, terlihat jelas ada satu kantong plastik besar berisi baju jersey tersedia. Namun saat saya tanyakan, Bapak Handoko langsung mendekat dan menyebutkan bahwa baju-baju tersebut sudah dititipkan untuk anggota lainnya,” ungkap Irena.
Menurut Irena, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme dan pemerataan pembagian jersey kepada peserta.
Pasalnya, berdasarkan ketentuan yang tercantum pada sistem pendaftaran, peserta yang melakukan pendaftaran secara daring disebut berhak memperoleh satu set lengkap perlengkapan kegiatan.
“Saya mendaftar resmi, memenuhi syarat, dan antre sesuai aturan. Yang saya harapkan adalah keadilan dan kesetaraan.
Bukan perlakuan yang terkesan memihak dan membedakan antara peserta umum dan kelompok tertentu,” ujar Irena Sinaga, S.H.
Irena berharap persoalan tersebut mendapat perhatian dari pihak pimpinan, termasuk Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan, agar mekanisme pembagian perlengkapan kegiatan ke depannya dapat dilakukan secara transparan, tertib dan merata.
Ia juga berharap tidak ada peserta yang telah mengikuti seluruh prosedur pendaftaran dan rela mengantre selama berjam-jam justru harus pulang tanpa mendapatkan perlengkapan yang disebut menjadi haknya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai jumlah stok jersey, mekanisme pembagian kepada peserta, maupun penanganan atas keluhan yang disampaikan Irena.
(SPI/Tim Jatanras-News)









