Home / Uncategorized / LANA Desak Kapolda Aceh Copot Kasat Narkoba Aceh Barat: Pemberantassn Narkoba Jangan Sekedar Seremoni

LANA Desak Kapolda Aceh Copot Kasat Narkoba Aceh Barat: Pemberantassn Narkoba Jangan Sekedar Seremoni

Meulaboh,sinarpagiindonesia.com –Lembaga Aspirasi Nasional Atjeh (LANA) mendesak Kapolda Aceh mengevaluasi dan mencopot Kasat Resnarkoba Polres Aceh Barat. LANA menilai pemberantasan narkoba di Aceh Barat harus diukur dari kemampuan aparat membongkar jaringan dan bandar, bukan hanya dari penangkapan pelaku di tingkat bawah.

Ketua LANA, Teuku Laksamana, mengatakan pihaknya mempertanyakan efektivitas pemberantasan narkotika di Aceh Barat. Menurutnya, pengungkapan sejumlah kasus memang patut diapresiasi, tetapi masyarakat juga berhak mempertanyakan apakah langkah tersebut sudah menyentuh jaringan dan pemasok utama.

“Jangan sampai pemberantasan narkoba hanya menjadi seremoni. Yang ditangkap jangan hanya pengguna atau pelaku kecil. Bandar dan jaringan besarnya harus dibongkar,” tegas Teuku Laksamana.

Sejumlah pengungkapan memang dilakukan Satresnarkoba Polres Aceh Barat. Pada Juni 2026, polisi mengungkap kasus sabu dan ganja, sementara pada Juli 2026 kembali mengungkap kasus ganja 3,1 kilogram dan sabu hampir 1 kilogram.
Namun, LANA meminta Kapolda Aceh tidak hanya melihat jumlah penangkapan sebagai indikator keberhasilan. Evaluasi harus mencakup sejauh mana aparat mampu mengungkap jaringan, pemasok, bandar besar, serta aliran peredaran narkotika di Aceh Barat.

“Kapolda Aceh harus berani mengevaluasi kinerja Kasat Narkoba Aceh Barat secara objektif. Kalau memang tidak mampu memberikan terobosan dalam membongkar jaringan narkoba, kami mendesak segera diganti dengan pejabat yang lebih serius dan berani,” ujar LANA.

LANA juga meminta pengawasan internal diperkuat agar pemberantasan narkoba berjalan transparan dan tidak berhenti pada konferensi pers maupun penangkapan pelaku lapangan.
“Perang terhadap narkoba harus nyata, terukur dan menyentuh akar masalah. Jangan sampai masyarakat melihat aparat hanya sibuk menangkap pelaku kecil, sementara bandar dan jaringan utamanya tidak tersentuh,” tutup Teuku Laksamana.(spi/aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *